Masuk

Search

Travel Tips

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Lifestyle

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Hotel Review

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Selamat Datang di Website Resmi Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

BLA Makassar Ajak Mahasiswa Politeknik STIA LAN Rawat Kerukunan

  • Like:
  • 1
  • Share:
image
Saat Asnandar Abubakar Ketua Tim Indeks dan Program BLA Makassar menyampaikan materi "Satu Kampus Beragam Keyakinan: Merawat Toleransi dan Moderasi Beragama" di kampus Politeknik STIA LAN Makassar, Kamis (27/8/2026).

Makassar (BLA Makassar) --- Balai Litbang Agama (BLA) Makassar mendorong mahasiswa STIA LAN untuk memahami pentingnya moderasi beragama sebagai cara merawat kerukunan di tengah keberagaman. Pesan tersebut disampaikan Ketua Tim Indeks dan Program BLA Makassar, Asnandar Abubakar, dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik STIA LAN Makassar Tahun 2026, Kamis (27/8/2026).

Dalam pemaparannya, Asnandar menjelaskan bahwa toleransi menjadi pondasi penting dalam membangun kehidupan yang rukun. Toleransi tidak berarti menyamakan keyakinan, tetapi menghormati hak setiap orang untuk memiliki keyakinan, suku, etnis, dan pandangan yang berbeda.

“Toleransi adalah cara pandang kita untuk menghormati perbedaan yang ada ditengah-tengah kita”, ujar Asnandar.

Ia menegaskan, sikap saling menghargai perlu dibangun tanpa harus kehilangan identitas dan prinsip masing-masing. Menurutnya, setiap orang memiliki ruang keyakinan yang perlu dihormati, sekaligus harus mampu mengekspresikannya dengan tetap memperhatikan hak dan kenyamanan orang lain.

“Jadi toleransi kita menghormati pendapat orang lain menghormati perbedaan keyakinan orang lain, menghormati agama orang lain, menghormati suku orang lain, menghormati etnis orang lain, nah itu adalah toleransi”, ucapnya.

Asnandar juga memperkenalkan sejumlah kata kunci moderasi beragama, di antaranya komitmen kebangsaan, anti kekerasan, toleransi, dan penghargaan terhadap budaya lokal. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menghadapi perbedaan secara terbuka, bijak, dan tetap berpegang pada prinsip yang diyakini.

Sementara itu, Rifa Firyal Alifah, salah satu mahasiswa STIA LAN yang mengikuti kegiatan ini, menilai materi yang disampaikan informatif dan mudah dipahami. Ia menilai pesan tentang menghargai perbedaan menjadi bagian yang paling penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Materinya tadi sangat informatif dan sangat mudah dipahami apalagi poin yang paling penting dari materi tersebut adalah kita harus menghargai pendapat orang lain walaupun keyakinan kita atau mungkin suku, etnis berbeda-beda”, ungkap Rifa.

Kegiatan ini diharapkan memberi manfaat bagi mahasiswa untuk semakin terbuka terhadap keberagaman, mampu menghargai perbedaan keyakinan, suku, dan etnis, serta ikut merawat kebhinekaan melalui sikap yang toleran dalam kehidupan bermasyarakat.

Editor: Nurul Fadillah
Fotografer: Istimewa
Leave a Comment